Pesan Menyentuh Dr. Yusri Muhammad Yusuf di Halal Bihalal SMAN 7 Soppeng



HIERARKINEWS, SOPPENG – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Ruang Guru SMAN 7 Soppeng pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Di tengah momen pasca Idulfitri, keluarga besar sekolah itu berkumpul dalam sebuah tradisi yang sarat makna: Halal Bihalal.


Bukan sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan hati—tempat para guru dan staf saling menyapa, berjabat tangan, dan mempererat kembali ikatan yang mungkin sempat renggang oleh rutinitas. Tahun ini, SMAN 7 Soppeng bahkan menjadi sekolah pertama di wilayahnya yang menggelar Halal Bihalal, menandai semangat kebersamaan yang ingin terus dijaga.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SMAN 7 Soppeng, Drs. Hambali, M.Pd., bersama seluruh tenaga pendidik dan staf. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai simbol kebersamaan dalam satu keluarga besar.


Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdulla Syahid, S.Ag., M.Pd. Suara yang mengalun tenang itu seakan mengajak seluruh yang hadir untuk menundukkan hati, menciptakan suasana khusyuk yang menyentuh. Setelahnya, jalannya acara dipandu dengan tertib oleh MC Andi Arniati Arsin, S.Pd., M.Si., yang menjaga ritme kegiatan tetap hangat namun terarah.


Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Dr. Yusri Muhammad Yusuf, S.Pd., M.Pd. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kebutuhan jiwa yang harus terus dirawat.


“Memohon maaf kepada kedua orang tua adalah hal yang sangat utama. Walaupun kita sudah menjadi guru, kita tetaplah anak bagi orang tua kita,” tuturnya, mengundang keheningan reflektif dari para peserta.


Pesan itu terasa sederhana, namun mengandung makna mendalam—bahwa di balik peran profesional sebagai pendidik, setiap individu tetap memiliki akar nilai dalam keluarga yang tak boleh dilupakan.


Halal Bihalal ini pun bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga tentang membangun kembali energi kebersamaan. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, keharmonisan antar sesama menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.


Dari ruang guru yang sederhana itu, tersirat harapan besar: agar kebersamaan yang terjalin tidak berhenti di momen ini saja, tetapi terus tumbuh dalam keseharian baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. (**)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak