Dari Rumah Reyot ke Hunian Layak: Harapan Baru Abu Senong di Balik TMMD ke-127


HIERARKINEWS, SOPPENG – Deru palu dan gesekan gergaji memecah pagi di Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Di antara tumpukan kayu dan adukan semen, prajurit TNI bersama warga bergotong royong membangun sebuah rumah yang kelak menjadi tempat bernaung lebih layak bagi Abu Senong (55).


Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 1423/Soppeng menjadikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai salah satu sasaran fisik prioritas. Bagi Abu Senong, bantuan itu bukan sekadar bangunan baru, melainkan harapan untuk kehidupan yang lebih aman dan sehat bersama keluarganya.


Sebelumnya, rumah yang ia tempati jauh dari kata layak. Dinding rapuh dan atap yang bocor kerap menjadi persoalan, terutama saat hujan turun. Kini, perlahan namun pasti, fondasi rumah baru berdiri kokoh. Senyum tak lepas dari wajahnya saat menyaksikan proses pembangunan yang dikerjakan secara gotong royong.


“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Abu dengan mata berbinar.


Komandan Satuan Tugas TMMD ke-127 Kodim 1423/Soppeng, Letkol Inf Eko Yulianto, menegaskan bahwa program TMMD tidak semata berfokus pada pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, TMMD menjadi wujud kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat.


“Melalui program TMMD ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Pembangunan RTLH ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan taraf hidup penerima manfaat,” ungkapnya.


Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini. Prajurit TNI dan warga saling bahu-membahu, menyatukan tenaga demi memastikan pembangunan selesai tepat waktu. Di sela pekerjaan, canda dan tawa mengalir, memperlihatkan eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat.


TMMD ke-127 diharapkan tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak, tetapi juga dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan. Di Desa Barang, rumah yang tengah dibangun itu menjadi simbol nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian mampu menghadirkan perubahan.


Di balik dinding yang mulai berdiri, tersimpan harapan baru tentang kehidupan yang lebih sejahtera dan masa depan yang lebih pasti.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak